Waktu itu, Minggu tanggal 23 Januari 2011.
Saya mendapat kesempatan untuk mengikuti diskusi terbuka dengan Prof. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp. PD. Beliau adalah guru besar dan dokter spesialis ilmu penyakit dalam yang mungkin sudah dikenal di Indonesia. Begitu banyak wawasan yang beliau miliki.
Diskusi dihadiri oleh sekitar 20 orang. Ada narasumber dari ilmu kedokteran komunitas, dari rumah zakat Indonesia, dari Ustadz, dari Badan Rohani di Jakarta (saya tak tahu pasti, apa namanya). Dan diikuti oleh mahasiswa FKUI, 2 orang senior 2006, dan 4 orang dari 2009. Salah satunya saya, tentunya.
Prof. Samsu membuka diskusi waktu itu dengan menceritakan kisahnya sepulang dari Bangkok, Thailand.
"Saya baru pulang dari Bangkok. Di sana, saya berkunjung ke sebuah rumah sakit, di mana banyak pasien dari wilayah Timur Tengah dirawat di sana. Saya heran, mengapa pasien2 yang biasanya berobat ke Amerika beralih ke Bangkok. Ternyata setelah saya mencari tahu, memang ada hal yang berbeda. Berobat di Amerika jauh lebih mahal dilihat dari sisi manapun. Sedangkan di sana, biayanya jauh lebih murah. Untuk kamar VIP saja, semalam sekitar 1,2 juta rupiah. Itu setara dengan harga per malam di RSCM Kencana. Pelayanan di sana juga sangat baik, ramah dan memuaskan. Berbeda dengan di Indonesia, yang kualitasnya masih kurang. Pertanyaannya sekarang, kapan kah di Indonesia ada rumah sakit yang bersahabat semacam itu?"
Saya hanya menjawab dalam hati, "Suatu saat nanti, Prof". :)
