Kamis, 03 Februari 2011

Diskusi pertama

Waktu itu, Minggu tanggal 23 Januari 2011.
Saya mendapat kesempatan untuk mengikuti diskusi terbuka dengan Prof. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp. PD. Beliau adalah guru besar dan dokter spesialis ilmu penyakit dalam yang mungkin sudah dikenal di Indonesia. Begitu banyak wawasan yang beliau miliki.

Diskusi dihadiri oleh sekitar 20 orang. Ada narasumber dari ilmu kedokteran komunitas, dari rumah zakat Indonesia, dari Ustadz, dari Badan Rohani di Jakarta (saya tak tahu pasti, apa namanya). Dan diikuti oleh mahasiswa FKUI, 2 orang senior 2006, dan 4 orang dari 2009. Salah satunya saya, tentunya.

Prof. Samsu membuka diskusi waktu itu dengan menceritakan kisahnya sepulang dari Bangkok, Thailand.
"Saya baru pulang dari Bangkok. Di sana, saya berkunjung ke sebuah rumah sakit, di mana banyak pasien dari wilayah Timur Tengah dirawat di sana. Saya heran, mengapa pasien2 yang biasanya berobat ke Amerika beralih ke Bangkok. Ternyata setelah saya mencari tahu, memang ada hal yang berbeda. Berobat di Amerika jauh lebih mahal dilihat dari sisi manapun. Sedangkan di sana, biayanya jauh lebih murah. Untuk kamar VIP saja, semalam sekitar 1,2 juta rupiah. Itu setara dengan harga per malam di RSCM Kencana. Pelayanan di sana juga sangat baik, ramah dan memuaskan. Berbeda dengan di Indonesia, yang kualitasnya masih kurang. Pertanyaannya sekarang, kapan kah di Indonesia ada rumah sakit yang bersahabat semacam itu?"

Saya hanya menjawab dalam hati, "Suatu saat nanti, Prof". :)

Rabu, 02 Februari 2011

It's about you

Jaten, 2 Febuari 2011

Dalam rintik hujan sore ini


Nita

Assalamu'alaykum sahabat...
Hmmmh...
Sebentar lagi kelas dua akan berlalu...
Banyak sekali kenangan indah itu...
Subhanallah..
Maaf telah membuatmu menitikkan air mata..
Maaf...Sungguh, aq tak bermaksud menyakiti hatimu...
Sahabat yang sangadh aq cinta, aq terlalu bodoh untuk membuatmu terluka..
maaf..
Nita ga pengen jauh lagi..hiks..hiks..
Hwaaa...Nita sayang Dia krena Allah, sungguh...

The stars in pairs

Sirius Malam, bintang yang paling terang di malam hari..
Mengapa sirius yang sering kusebut? Tentu, bukan karena aku suka tokoh Sirius Black di Harry Potter. Lebih dari itu, karena aku suka melihatnya.. Mendengar namanya..

Dan ternyata, bintang tersebut muncul dalam sebuah ayat Al Qur'an.

".... dan bahwasanya Dialah adalah Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra". QS. An-Najm [53] : 49

Bintang Syi’ra ialah bintang yang disembah oleh orang-orang Arab pada masa jahiliyah.

Sirius (alpha CMa /alpha Canis Majoris / Alpha Canis Majoris) adalah bintang paling terang di langit malam dengan magnitude kecerlangan sekitar −1.47. Dia juga bisa disebut sebagai “Bintang Anjing”; karena bintang Sirius terletak di kawasan konstelasi rasi Canis Major (bhs Inggris: Big Dog).

Bitang Sirius yang tampak oleh mata kita di malam hari sebenarnya adalah bintang ganda. Jadi bukan sebuah bintang namun dua buah bintang yakni Sirius A dan Sirius B. Sirius A kira2 dua kali matahari kita.

Dalam bukunya Harun Yahya menjelaskan perihal bintang syi’ra sebagai berikut:

Bintang Sirius [Syi’ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti “bintang”). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini diisyaratkan dalam ayat ke-9 dan ke-49 dari Surat An Najm.

Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur’an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur’an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi’ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:

"… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi’ra". (QS. An Najm, 53: 49)